Bali lebih dari sekedar surga dengan pantai berpasir dan sawah yang luas. Bali adalah pulau yang kaya akan sejarah dan budaya, yang terdiri dari orang-orang yang berdedikasi pada kepercayaan yang telah lama dianutnya. Ketika mengunjungi Bali, baik sebagai turis atau seseorang yang memiliki tujuan bisnis, akan sangat membantu jika Anda memahami budaya dan tradisi lokal yang sangat penting di pulau ini. Datang ke pulau ini dengan menghormati budaya Bali memungkinkan semua pihak untuk menjaga keharmonisan dan keseimbangan, yang merupakan dua hal yang sangat dihargai oleh orang Bali.
Sebelum Anda menginjakkan kaki di pulau Dewata, berikut ini adalah ikhtisar budaya Bali untuk memandu Anda selama menginap.
Agama Bali
Karena budaya adalah manifestasi lahiriah dari kepercayaan, maka memulai dengan pemahaman tentang agama Bali sangatlah penting.
Orang Bali mempraktikkan agama yang disebut Tirta, yang dalam bahasa Sansekerta berarti "air suci". Kepercayaan ini lebih dikenal sebagai Hindu Bali, sebuah bentuk Hindu yang diadaptasi dari India dengan tambahan animisme lokal dan pemujaan terhadap leluhur.
This belief pervades through every aspect of local life, guided by the principle of tri hita karana, which in essence places importance on man’s balanced connection with the gods, each other, and nature. Tri, meaning three, also results in groupings by three that governs everything from language tiers to village and housing layout.
Ritual, upacara, dan persembahan dalam budaya Bali
Begitu tiba di pulau ini, Anda akan sering menemukan kerumunan orang yang pergi ke pura, gunung, atau pantai dengan pakaian tradisional. Ini semua adalah bagian dari ritual dan upacara adat Bali yang dimaksudkan untuk memurnikan dan meninggikan apa yang mereka yakini sebagai enam sumber kesejahteraan dan kebahagiaan, yang juga dikenal sebagai Sad Kerthi:
- Atma Kerthi: pemurnian dan peninggian jiwa
- Segara Kerthi: penyucian dan pemuliaan laut dan pantai
- Danu Kerthi: pemurnian dan pemuliaan sumber air
- Wana Kerthi: pemurnian dan pemuliaan tanaman
- Jana Kerthi: pemurnian dan pemuliaan manusia
- Jagat Kerthi: pemurnian dan pemuliaan alam semesta
Upacara diadakan dengan frekuensi yang berbeda-beda, dan selama itu Anda mungkin akan mengalami penutupan jalan dan pantai. Musik, tarian, dan nyanyian juga menjadi bagian penting dari sebagian besar ritual ini. Menyaksikan upacara-upacara ini secara langsung akan memberi Anda pemahaman yang jelas tentang budaya Bali dan betapa cermatnya penduduk setempat dalam mengamati setiap aspek.
Di bawah ini adalah beberapa upacara dan ritual yang berlangsung di sekitar Bali.
Melukat
Melukat adalah ritual untuk membersihkan jiwa dari energi negatif. Hal ini dilakukan dengan air di pura atau air terjun dan siapa pun dapat mengambil bagian kapan saja.
Galungan dan Kuningan
These two ceremonies go hand in hand and are observed within ten days of each other. Galungan itself is a celebration of the triumph of good over evil. Meanwhile, Kuningan is a day to worship the manifestation of Sang Hyang Widi or The Supreme God. It is said that this ultimate god comes down to earth to bless man with prosperity, strength, and wisdom. Galungan and Kuningan happen twice a year.
Nyepi
Also known as the Day of Silence, Nyepi takes place at the turn of the Balinese calendar year. This is observed once a year as a day of meditation, reflection, and connecting with god in order to sanctify oneself for the year ahead. During this time, the entire island stays in their homes in silence, and electricity and cellular service are cut. Even the international airport shuts down for Nyepi every year!
Melasti
Menjelang Nyepi, masyarakat Bali akan pergi ke pantai untuk melakukan Melasti. Ini adalah ritual penyucian tubuh dan jiwa sebagai persiapan menyambut tahun baru. Sama seperti Melukat, Melasti juga melibatkan perendaman diri dalam air.
Selain itu, masyarakat Bali juga memberikan persembahan untuk para dewa setiap hari. Canang Sari adalah wadah yang terbuat dari daun lokal yang disebut janur, diisi dengan bunga, dupa, dan sedikit makanan. Semua ini diletakkan di atas tanah dan melambangkan rasa syukur manusia kepada Sang Pencipta. Jika Anda melihat Canang Sari di sekitar Bali, pastikan untuk tidak menginjaknya, karena ini dianggap sebagai tanda tidak hormat.
Berpakaian sesuai dengan budaya Bali
Norma pakaian di Bali lebih longgar di pantai dan daerah turis, tetapi itu semua berubah ketika Anda memasuki pura atau tempat suci lainnya. Mereka yang memasuki tempat ini diharapkan untuk berpakaian sopan. Ini berarti menutupi bagian dada, bahu, dan kaki.
Jika Anda datang ke kuil tanpa pakaian yang tepat, jangan khawatir. Anda dapat menyewa sarung di pintu masuk untuk menutupi tubuh Anda.
Related article: The Philosophical and Cultural Significance of Traditional Balinese Dress
Peran makanan dalam budaya Bali
Bagi orang Bali, makanan bukan hanya sekedar makanan. Makanan juga merupakan bagian dari upacara keagamaan yang dipercaya dapat menghubungkan mereka dengan para dewa dan leluhur. Dengan bahan-bahan dan resep yang diwariskan secara turun-temurun, makanan merupakan bagian dari budaya Bali yang tidak boleh Anda lewatkan saat berkunjung ke Bali.
Makanan tradisional Bali dapat ditemukan di seluruh Bali di berbagai jenis tempat makan. Anda dapat menikmatinya sebagai makanan rumahan dari warung lokal, tetapi juga dapat ditingkatkan dan disempurnakan untuk suasana santap malam yang mewah.
At Merah Putih Restaurant, explore all that Balinese and Indonesian cuisine have to offer in a luxurious and intimate space. The menu features innovative dishes from all around the country, including the famed Balinese nasi campur and ayam betutu spiced chicken. Enjoy your meal with a choice of international wines and a local take on classic cocktails.
Pesan meja hari ini dan jangan lewatkan voucher hadiah eksklusif.
PERTANYAAN YANG SERING DIAJUKAN
Sebagai budaya yang diadaptasi dari agama Hindu, budaya Bali dikenal dengan berbagai upacara dan ritual keagamaannya. Ritual-ritual ini dilakukan untuk tujuan pemurnian dan sering kali melibatkan musik, tarian, dan nyanyian.
Orang Bali menganut agama yang disebut Tirta , yang berarti "air suci". Ini adalah bentuk agama Hindu yang memadukan Hindu tradisional India dengan animisme dan pemujaan terhadap leluhur.
Salah satu bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat Bali adalah persembahan Canang Sari . Persembahan ini berisi bunga, dupa, dan sedikit makanan, dan diletakkan di atas tanah setiap hari sebagai tanda syukur. Jika Anda melihat Canang Sari di tanah, pastikan untuk tidak menginjaknya, karena dianggap tidak sopan.
Balinese ceremonies are meant for purification and exaltation. Some of these rituals include:
– Melukat: purification by immersing oneself in water at a temple or waterfall
– Galungan and Kuningan: a celebration of the triumph of good over evil, followed by welcoming blessings from The Divine Order
– Nyepi: a Day of Silence commemorating the turn of the Balinese calendar year where the entire island shuts down for the day
– Melasti: a ritual to cleanse oneself before the new year